Oleh: 11aa1 | Maret 27, 2009

Kisi-kisi soal Pemasaran SMK

Kisi-kisi adalah suatu format atau matriks yang memuat informasi yang dapat dijadikan pedoman (arah dan tujuan) untuk menulis soal atau merakit soal menjadi alat tes/evaluasi.

Syarat kisi-kisi soal/tes prestasi belajar:
 mewakili isi kurikulum (SK/KD) yang akan diujikan
 komponen-komponennya rinci, jelas dan mudah dipahami
 butir-soal dapat dikembangkan sesuai dengan indikator dan bentuk soal yang ditetapkan pada kisi-kisi.

Identitas, antara lain :
 Jenis sekolah/jenjang sekolah
 Program Keahlian
 Mata Pelajaran/SK
 Alokasi waktu
 Jumlah soal
 Bentuk soal
Matriks/format isi,
 Standar Kompetensi (SK)
 Kompetensi Dasar (KD)
 Indikator / Kinerja
 Indikator Soal
 Nomor urut soal

Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Program Keahlian :
Alokasi Waktu :
Jumlah Soal :

No Standar Kompetensi (SK) Kompetensi Dasar (KD) Indikator/Kriteria Kinerja Indikator Soal Bentuk Soal Nomor
Soal
1 2 3 4 5 6 7

Keterangan pengisian kolom/format kisi-kisi
Kolom 1 : Diisi nomor urut
Kolom 2 : Diisi SK yang representatif (adaptif inti/aplikatif dan pengetahuan kejuruan) terhadap Kompetensi Keahlian.
Kolom 3 : Diisi KD dari SK yang ada di kolom dua.
Kolom 4 : Diisi indikator aspek pengetahuan dari KD di kolom 3.
Kolom 5 : Diisi indikator soal dari indikator pengetahuan di kolom 4. Setiap indikator pengetahuan dapat di tuliskan lebih dari satu indikator soal
Kolom 6 : Diisi bentuk soal/tes
Kolom 7 : Diisi nomor sebaran soal

Indikator soal : adalah suatu rumusan yang menggunakan kata kerja operasional, memuat perilaku peserta didik dan materi yang akan diukur sesuai dengan Indikator.
a. Indikator soal sebagai pertanda atau indikasi pencapaian kompetensi
b. Indikator soal menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur
c. Indikator soal mengacu pada kriteria kinerja sesuai SK/KD

Kriteria indikator soal yang baik adalah :
a.Memuat ciri-ciri SK/KD yang hendak diukur
b. Memuat satu kata kerja operasional yang dapat diukur. (khusus butir soal    bentuk uraian dapat lebih dari satu)
c. Berkaitan erat dengan kriteria kinerja
d. Dapat dibuatkan butir soal sesuai dengan bentuk yang ditetapkan dalam kisi-kisi.

Untuk menetapkani indikator performansi sebagai acuan dalam merumuskan soal/penugasan dan pedoman penilaian unjuk kerja.

No SK / KD Indikator Indikator Soal
1 2 3 4
1  
 
 
 

Kondisi Unjuk Kerja (persyaratan pelaksanaan pengujian praktik):
1……………………..
2 ……………………..

Keterangan Pengisian Kolom :
Kolom 1 : Diisi nomor urut SK/KD
Kolom 2 : Diisi SK/KD sesuai dengan silabus
Kolom 3 : Dituliskan Indikator Performansi dari KD yang ada di kolom 2.
Indikator menggambarkan standar yang dipersyaratkan oleh KD, dengan mengacu standar yang berlaku di DU/DI.
Kolom 4 : Diisi indikator soal yang dikembangkan oleh guru.

Pengertian,
Soal yang jawabannya harus dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan. Terdiri dari pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option).

Pilihan jawaban terdiri atas:
1. Kunci jawaban ialah jawaban yang benar atau paling benar.
2. Pengecoh (distractor) merupakan jawaban yang tidak benar, namun memungkinkan seseorang memilihnya apabila tidak menguasai materinya.

Keunggulan
1. Dapat di-skor dengan mudah, cepat, serta objektif, dan dapat mencakup ruang lingkup mater uji/kriteria kinerja yang luas dalam suatu tingkat atau jenjang pendidikan.
2. Bentuk ini sangat tepat untuk ujian yang pesertanya sangat banyak sedangkan hasilnya harus segera diumumkan.

Keterbatasan,
1. Memerlukan waktu yang relatif lama untuk menyusun butir-butir soal yang berkualitas.
2. Sulit membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi.
3. Terdapat peluang untuk menebak jawaban.

Pengertian
Soal yang jawabannya menuntut peserta didik/siswa untuk mengingat dan mengorganisasikan gagasan-gagasan atau hal-hal yang telah dipelajari dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis.

Pemberian skor,.
Uraian obyektif
1. Suatu soal atau pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep tertentu, sehingga penskorannya dapat dilakukan secara obyektif.
2. Kunci jawaban dan pedoman skor lebih pasti (diuraikan secara jelas hal-hal/komponen yang diskor dan berapa besarnya skor untuk setiap komponen),

Uraian non-obyektif
1. Suatu soal yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep menurut pendapat masing-masing peserta didik/siswa, sehingga penskorannya mengandung unsur subyektifitas.
2. Kunci jawaban dan pedoman skor kurang pasti, maka pengaruh unsur subyektifitas dalam penskoran dapat dikurangi dengan cara membuat rentang skor untuk setiap kriteria. Untuk itu diperlukan pedoman yang rinci dan jelas dinyatakan dalam bentuk rentangan.

Penulis soal harus mempunyai gambaran tentang ruang lingkup (kriteria luas atau sempitnya) materi yang ditanyakan dan lingkup jawaban yang diharapkan, kedalaman dan panjang jawaban, atau rincian jawaban yang mungkin diberikan oleh peserta didik/siswa.

Beberapa kaidah yang perlu diperhatikan :

1. MATERI
a. Soal sesuai dengan indikator soal/kriteria kinerja. Artinya soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai tuntutan indikator soal.
b. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan (ruang lingkup) harus jelas.
c. Isi materi sesuai dengan tujuan pengukuran
d. Isi materi yang ditanyakan sudah sesuai dengan SK/SD (jenjang, jenis sekolah, tingkat / kelas).

2. KONSTRUKSI
a. Rumusan kalimat soal atau pertanyaan harus menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban terurai, seperti: mengapa, uraikan, jelaskan, bandingkan, hubungkan, tafsirkan, buktikan, hitunglah.
b. Buatlah petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal tersebut.
c. Buatlah pedoman skoring segera setelah soal selesai ditulis/disusun.
d. Hal-hal lain yang menyertai soal seperti tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya, harus disajikan dengan jelas dan terbaca sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda.

3. BAHASA
a. Rumusan kalimat soal harus komunikatif, yaitu menggunakan bahasa sederhana, dan istilah/kata yang sudah dikenal peserta didik/siswa.
b. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
c. Rumusan soal tidak menggunakan kata/kalimat yang tidak menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian.
d. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu.
e. Rumusan soal tidak mengandung kata yang dapat menyinggung perasaan peserta didik/siswa.

Pedoman penskoran merupakan panduan atau petunjuk yang menjelaskan tentang :
1. batasan atau kata-kata kunci untuk melakukan penskoran terhadap soal-soal bentuk uraian obyektif.
2. kriteria-kriteria jawaban yang digunakan untuk melakukan penskoran terhadap soal-soal uraian non-obyektif.

Disusun segera setelah perumusan butir soal tersebut.

Indikator soal :
Menghitung dan mengubah satuan Isi bangun ruang (balok).

Butir Soal :
1. Sebuah bak mandi berbentuk balok ukuran: panjang = 150 cm, lebar = 80 cm, dan tinggi = 75 cm. Berapa literkah isi bak mandi tersebut?
(Tuliskan langkah-langkahnya).

Kunci Jawaban dan Pedoman Skoring

Langkah Kunci Jawaban Skor

1.

2.

3.

4.

5.
Isi balok = Panjang x lebar x tinggi

= 150 cm x 80 cm x 75 cm

= 900.000 cm3

Isi Bak mandi dalam liter:
=

= 900 liter

1

1

1

1

1
Skor maksimum 5

2. Pada suatu tebing yang mempunyai lereng 15O tersingkap lapisan batubara dengan kemiringan 45O searah lereng. Jarak antara lapisan bagian atas dan bawah dari lapisan batu bara 96 meter.
Buatlah : Sketsa penampang singkapan batubara tersebut dengan skala 1 : 1.000 dan hitung ketebalan lapisan batubara!
Kunci Jawaban dan Pedoman Skoring
Langkah Kunci Jawaban Skor
1.

1
2. Menghitung besarnya  = Kemiringan lapisan –
kemiringan lereng
= 45O – 15O = 30O 1
3.
Menggunakan rumus Sin  =

AB = tebal lapisan
AC = 96 meter.
 = 30O 1
4. Perhitungan :

Sin 30O =  tebal = 96 m . ½ = 48 meter.
1
Skor maksimum 4

Butir Soal :
3. Mengapa kita perlu berbangga sebagai bangsa Indonesia ?
Jelaskan alasan Anda !

Jawaban boleh bermacam-macam, namun pada pokok jawabannya dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Kunci Jawaban dan Pedoman Skoring
Kriteria Jawaban Rentang
Skor
Kebanggaan yang berkaitan dengan kekayaan alam Indonesia. 0 -2
Kebanggaan yang berkaitan dengan keindahan tanah air Indonesia (pemandangan alamnya, geografisnya, dan sebagainya).
0 – 2
Kebanggaan yang berkaitan dengan keanekaragaman budaya, suku, adat istiadat tetapi dapat bersatu.
0 – 2
Kebanggaan yang berkaitan dengan keramah-tamahan masyarakat Indonesia.
0 – 2
Jumkah skor maksimum 8
4. Sebutkan 4 (empat) macam batuan intrusi dan jelaskan ciri-ciri ke 4 (empat) macam batuan tersebut.
Kriteria Jawaban dan Pedoman Skoring
Kriteria Jawaban Rentang
Skor
1.
Empat macam batuan intrusi dari batuan berikut:
a. Granit. e.Grano Diorit h. Dunit.
b. Diorit. f. Tonalit. i. Peridotit
c. Gabro. g.Syenit. k. Piroksenit
d. Monzonit. l. Horblende 0 – 2
2.
Ciri-ciri sebagai berikut :
a. Granit :Mineral utama : Ortoklas, Plagioklas
dan Kuarsa.
Mineral karakteristik : Muskovit, Biotit,
Hornblende
b. Diorit : Mineral utama : Plagioklas kaya Na.
Mineral karakteristik : Biotit, Hornblende,
Piroksen.
c. Gabro : Mineral utama : Plagioklas kaya Ca.
Mineral karakteristik : Biotit, Hornblende,
Piroksen.
d. Monzonit : Mineral utama : Ortoklas, Plagioklas.
Mineral karakteristik : Biotit,
Hornblende, Piroksen
e. Granodiorit : Mineral utama : Ortoklas lebih
sedikit daripada Plagioklas.
Mineral karakteristik : Biotit,
Hornblende, Piroksen
f. Tonalit : Mineral utama : Plagioklas kaya Na.
dan seterusnya ….
0 – 6
Jumlah skor maksimum 8

1. Pembobotan soal adalah pemberian bobot kepada suatu soal dengan cara membandingkannya dengan soal lain dalam sebuah perangkat uji (tes) yang sama.
2. Bobot setiap soal uraian yang ada dalam suatu perangkat tes ditentukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang berkaitan dengan materi uji dan karakteristik soal itu sendiri, seperti luas lingkup materi soal, esensialitas dan tingkat kedalaman materi yang ditanyakan, dan tingkat kesukaran soal tersebut.
3. Skor maksimum suatu butir soal uraian tidak ada hubungannya dengan bobot soal itu sendiri.

Perhitungan nilai butir soal (NBS) adalah : NBS =

Catatan : a = skor yang diperoleh siswa untuk butir soal itu
b = skor maksimum soal tersebut
c = bobot soal

Setelah diperoleh nilai pada setiap butir soal (NBS), maka dapat dihitung total nilai butir soal sebagai nilai perolehan siswa (NPS) untuk serangkaian soal dalam tes itu, dengan menggunakan rumus:

NPS =  NBS

Catatan : NPS = Nilai Perolehan Siswa/peserta didik

Contoh : NPS dengan skala 100

No. Soal Skor Perolehan Skor Maksimum Bobot Soal Nilai
Butir Soal
(a) (b) (c) (NBS)
1. 3 5 20 12,00
2. 4 4 40 40,00
3. 2 8 10 2,50
4. 6 8 30 22,50
NPS 77,00

Dalam penghitungan nilai untuk satu butir soal (NBS) dan skor perolehan siswa (NPS) untuk suatu perangkat tes, tidak terdapat perbedaan antara soal uraian obyektif dengan soal uraian non-obyektif.

Pengertian

Soal praktik adalah bentuk soal yang menuntut jawaban peserta didik/siswa dalam bentuk perilaku, tindakan, atau perbuatan.

1. Peserta uji/siswa melaksanakan kegiatan sesuai dengan apa yang ditugaskan, diperintahkan, dan ditanyakan. Misalnya, penugasan proyek : Pembuatan daun pintu sesuai dengan gambar kerja yang telah disediakan atau Pembuatan daun pintu dengan rancangan oleh peserta uji (data teknis/kriteria produk telah ditentukan).

2. Untuk melihat bagaimana proses/cara membuat daun pintu sesuai dengan gambar kerja, kita harus memberi instruksi peserta uji/siswa mempraktikkan atau mendemonstrasikan cara membuat pintu sesuai dengan konstruksi dan ukuran yang ada pada gambar kerja.

3. Pelaksanaan ujian praktik dapat dilakukan secara individual maupun kelompok, tetapi penilaiannya tetap secara individu.

1. Kompetensi yang diujikan dapat merupakan SK tunggal atau terdiri beberapa SK (komprehensif)
2. Penugasan praktik maupun pedoman penilainnya dikembangkan dengan mengacu pada kisi-kisi soal
3. Hasil penugasan hendaknya dapat berupa produk (benda jadi atau jasa) yang laku jual/memenuhi pasar.
4. Hendaknya mempertimbangkan dan ditetapkan kondisi unjuk kerja, namun harus memenuhi standar minimal.
5. Rumusan soal hendaknya meliputi aspek-aspek keselamatan kerja, alat/komponen/bahan yang akan digunakan dan tugas yang harus dilakukan oleh peserta didik/siswa.
6. Gambar kerja harus jelas, baik tampak, penampang, maupun ukurannya dan dibuat sesuai dengan aturan gambar teknik.
7. Bahasa yang digunakan harus singkat dan jelas serta mengacu kepada aturan yang baku.

Contoh Format Soal Praktik

Judul Tugas : Pengaturan posisi silinder menggunakan PLC

I. Petunjuk
1. Periksalah dengan teliti dokumen soal ujian praktik, yang terdiri dari 2 halaman .
2. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan sesuai soal ujian praktik
– Trainer PLC
– Kabel Data
– PC Pentium IV
– Power Supply
– Tool kit
– Multimeter Digital
– Trainer Pneumatik
– Elektro-pneumatik
3. Laporkan hasil setiap tahapan penyelesaian pekerjaan kepada penguji/penilai
4. Bila menemui kesulitan dalam pelaksanaan ujian praktik konsultasikan kepada pembimbing.
5. Buatlah laporan hasil pelaksanaan ujian praktik

II. Keselamatan Kerja
1. Gunakan pakaian kerja lengkap selama ujian praktik
2. Perhatikan penyimpanan peralatan dan komponen pada tempat yang    aman
3. Periksa rancangan yang anda buat sebelum di ON-kan

III. Daftar Peralatan, Komponen, dan Bahan

No. Nama Alat/ Komponen/Bahan Spesifikasi Jumlah Ket
1 2 3 4 5
1.
2.
3.
4.
5.
6. Alat Tes /Alat Tangan
Toolkit
Komputer
Power Supply
Multimeter
Trainer PLC
Trainer Pneumatik Standar
Pentium IV
5Vdc, 24 Vdc/1A
Digital ( standar )
Standar
Standar 1 set
1 unit
1 buah
1 buah
1 unit
1 unit

1. Komponen
Elektro-pneumatik
Festo P2-1
1 unit

1. Bahan
Kabel data

RJ 45
1 buah

IV. Soal/Tugas
 Suatu diagram langkah silinder seperti pada gambar di bawah.
 Lengkapilah dengan tombol START, STOP dan EMERGENCY STOP!
 START ditekan mesin berjalan terus menerus sampai tombol STOP ditekan, sesuai diagram langkah!
 EMERGENCY STOP ditekan semua silinder kembali ke posisi awal secara serentak.
 Kecepatan maju silinder A dapat diatur.
 Realisasikan dan implementasikan dengan program PLC!
Kerjakan tugas-tugas dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Buatlah rancangan gambar rangkaian sesuai dengan gambar kerja!
2. Tentukan komponen-komponen yang diperlukan dan lakukan pemasangan!
3. Lakukan uji coba rangkaian dan analisa rangkaian!
4. Lakukan pengukuran dan pengumpulan data!

Gambar sketsa dan wiring diagram pengontrolan elektro-pneumatik dengan PLC

No
Komponen/Subkomponen Penilaian Pencapaian Kompetensi
Tidak Ya
7,0-7,9 8,0-8,9 9,0-10
1 2 3 4 5 6
I Persiapan Kerja
1.1. Persiapan Peralatan / komponen
1.2. Persiapan Perlengkapan Kerja
Skor Komponen :
II Proses (Sistematika & Cara Kerja)
2.1. Menguasai Perencanaan teknik pengontrolan Kontrol Mekanik
2.1. 1. Mengoperasikan system pengontrolan pada sistem instrumentasi
2.2. Menguasai Konsep Dasar Microprossesor, Micro Controller, dan PLC pada sistem Kontrol Mekanik
2.2.1. Menguasai programable logic control ( PLC ) pada sistem kontrol mekanik
2.3. Menerapkan konsep pengontrolan pada sistem instrumentasi
Dan seterusnya …
Skor Komponen :
III Hasil Kerja
3.1. Membuat rancangan gambar rangkaian
3.2. Menentukan komponen yang diperlukan
3.3. Melakukan uji coba rangkaian
3.4. Melakukan pengukuran dan ujicoba
Skor Komponen :
IV Sikap Kerja
4.1. Penggunaan alat tangan dan alat ukur
4.2. Keselamatan kerja
Skor Komponen :
V Waktu
5.1. Waktu penyelesaian praktik
Skor Komponen :

Penilaian Sikap
No Jenis/Aspek Sikap Standar Pencapaian Strategi Penilaian
Deskripsi Skor
1 Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Melaksanakan kegiatan keagaman sesuai agama yang dipeluknya  Observasi aktivitas keagamaan siswa
 Verifikasi jurnal kegiatan
 Rutin, tidak ada yang tertinggal 5
 Rutin, tidak melaksanakan 20 % 4
 Rutin, tidak melaksanakan 40 % 3
 Rutin, tidak melaksanakan 60 % 2
 Rutin, tidak melaksanakan 80 % 1
2 Berakhlak mulia

Berlaku hormat pada masyarakat di ingkungannya Observasi aktivitas siswa dalam bermasya-rakat di sekolah
 Selalu 5
 sering 4
 kadang-kadang 3
 jarang 2
 sangat jarang 1
3 Mandiri Melaksanakan pekerjaan/tugas-tugas siswa tanpa harus di suruh/ditunggui  Observasi aktivitas siswa dalam melaksa-nakan tugas
 Verifikasi rekaman penyerahan tugas-tugas siswa.
 Selalu 5
 sering 4
 kadang-kadang 3
 jarang 2
 sangat jarang 1
4 Menjadi warga negara yang demokratis Mampu menghargai pendapat orang lain Observasi aktivitas siswa dalam berdiskusi, bermasyarakat di sekolah
 Selalu 5
 sering 4
 kadang-kadang 3
 jarang 2
 sangat jarang 1

No
Jenis/Aspek Sikap Standar Pencapaian Strategi Penilaian
Deskripsi Skor
5 Bertanggung jawab Tidak menyontek dalam ulangan Menyelesaikan tugas sesuai dan tepat waktu Observasi aktivitas siswa dalam ulangan

 Selalu 5
 sering 4
 kadang-kadang 3
 jarang 2
 sangat jarang 1
6 Sikap percaya diri

Mampu tampil secara wajar dalam kegiatan dengan massa Observasi aktivitas siswa dalam berdiskusi, kegiatan massa di sekolah/ber- masyarakat
 Selalu 5
 sering 4
 kadang-kadang 3
 jarang 2
 sangat jarang 1
7 Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial
Melaksanakan pekerjaan/tugas-tugas tanpa harus di suruh/ditunggui Observasi ketaatan siswa dalam mengikuti peraturan tata tertib sekolah
 Selalu 5
 sering 4
 kadang-kadang 3
 jarang 2
 sangat jarang 1
8 Kedisiplinan masuk sekolah Kehadiran di sekolah/ presensi siswa Verifikasi presensi siswa
 Selalu 5
 Absensi 10 % 4
 Absensi 10 % s.d 15 % 3
 Absensi 15 % s.d 20 % 2
 Absensi lebih dari 20 % 1

No Jenis/Aspek Sikap Standar Pencapaian Strategi Penilaian
Deskripsi Skor
9 Menjaga kebersihan lingkungan Membuang sampah pada tempatnya, tidak mengotori lingkungan Observasi perilaku siswa dalam kehidupan di sekolah
 Selalu 5
 Sering 4
 Kadang-kadang 3
 jarang 2
 Jarang sekali 1
10 Menjaga kesehatan dan keamanan diri,

Menggunakan alat keselamatan kerja dalam kegiatan pembelajaran praktik Observasi terhadap kebiasaan siswa menggunakan keselamatan kerja dalam kegiatan praktik.
 Selalu 5
 sering 4
 kadang-kadang 3
 jarang 2
 sangat jarang 1
11 Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat Menghargai hak orang lain, memenuhi kewajiban, bersikap tegas dalam kebenaran Observasi perilaku siswa dalam kehidupan bermasyarakat (penegakan aturan)
 Selalu 5
 Sering 4
 Kadang-kadang 3
 jarang 2
 Jarang sekali 1
12 Berempati terhadap orang lain
Perduli terhadap masyarakat sekolah Observasi perilaku siswa dalam keperdulian terhadap sesama
 Selalu 5
 Sering 4
 Kadang-kadang 3
 jarang 2
 Jarang sekali 1

Lampiran 2
Contoh Kisi-kisi dan Pengembangan Soal

Mata pelajaran : DASAR DASAR KELISTRIKAN DAN ELEKTRONIKA
Kelas/Semester : X/1
NO STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR TEKNIK PENILAIAN CONTOH SOAL
1

Menguasai dasar-dasar kelistrikan dan elektronika Menggunakan alat ukur listrik dan elektronika

• Peralatan ukur listrik diidentifikasi dan diklasifikasi sesuai dengan karakteristik kerjanya

• …

• Macam-macam alat ukur listrik dijelaskan kakateristiknya sesuai dengan fungsi utamanya
Tes tertulis (pilihan ganda)

Watt meter, Ampere meter, dan Volt meter ac/dc karakteristik kerjanya berdasarkan ….
a. kumparan putar.
b. elektro dinamis.
c. Induksi.
d. besi Putar.
e. magnit Jarum.

Sesuai karakteristiknya watt meter berfungsi untuk mengukur … listrik
a. arus
b. tegangan
c. energi
d. daya
e. frekuensi

Lampiran 3
Contoh Format
L E G E R
Bidang Studi Keahlian :
Program Studi Keahlian :
Kompetensi Keahlian :
No NIS NAMA PESERTA DIDIK TAHUN NORMATIF ADAPTIF PRODUKTIF DATA PRIBADI Absensi Catatan
AGAMA PKn BAHASA INDONESIA PEND. JAS & OR SENI BUDAYA IPA BAHASA INGGRIS Dan seterusnya KELAKUAN KERAJINAN KERAPIHAN SAKIT IJIN ALPA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 20 21 22 23 24 25 26 27 28
I Kelulusan
Perbaikan
Tgl
II Kelulusan
Perbaikan
Tgl
AGAMA PKn BAHASA INDONESIA PEND. JAS & OR SENI BUDAYA IPA BAHASA INGGRIS Dan seterusnya KELAKUAN KERAJINAN KERAPIHAN SAKIT IJIN ALPA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 20 21 22 23 24 25 26 27 28
III Kelulusan
Perbaikan
Tgl
IV Kelulusan
Perbaikan
Tgl
Kelulusan
Perbaikan
Tgl

Contoh Format Lampiran 4
R A P O R
Nama Peserta didik : ………………………………………. Nomor Induk : ………………………….. Bidang Studi Keahlian : ………………………………………. Program Studi Keahlian : …………………………..
Tahun Pelajaran : ………………………………………. Kompetensi Keahlian : …………………………..
Kelas/Semester : …………………………..

No Mata Pelajaran KKM
Nilai Hasil Belajar

Angka Huruf Predikat Deskripsi Kemajuan Belajar
I Normatif
1 Pendidikan Agama Islam 75 75 Tujuh puluh lima Baik Mampu memahami dan mengamalkan tentang sifat adil, ridla, dan amal shaleh, dengan baik
2 Pendidikan Kewarganegaraan 75 76 Tujuh puluh enam Baik Mampu memahami dan mengamalkan Pancasila dengan baik
3 Bahasa Indonesia 75 75 Tujuh puluh Baik Cukup mampu dalam menyimpulkan dan menyimak informasi dan cukup baik dalam memahami perintah kerja tertulis
4 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 70 72 Tujuh puluh dua Cukup Cukup mampu mempraktikkan permainan olahraga beregu , atletik serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat dan percaya diri
5 Seni Rupa 70 73 Tujuh puluh tiga Cukup Cukup memahami keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa di wilayah Nusantara
6 Seni Musik 70 90 Sembilan puluh Amat Baik Mampu mengidentifikasi fungsi dan latar belakang musik dengan sangat baik
Mampu menunjukkan nilai-nilai , hasil pengalaman yang didapatkan melalui pertunjukan musik dengan sangat baik
7 Seni Tari 70 74 Tujuh puluh empat Cukup Cukup mampu mengidentifikasi jenis, peran, dan perkembangan tari, keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni tari di wilayah Nusantara
II Adaptif
1 Bahasa Inggris 72 75 Tujuh puluh lima Baik Mampu memahami percakapan terbatas dengan penutur asli dan surat-surat bisnis sederhana
2 Matematika 72 75 Tujuh puluh lima Baik Mampu menerapkan konsep kesalahan pengukuran, dan menerapkan konsep operasi hasil pengukuran

… Dan seterusnya …
Catatan: Lihat contoh Buku dan Petunjuk Pengisian Laporan Hasil Belajar (Rapor)

Lampiran 5
Contoh Format
TRANSKRIP
AKHIR TAHUN PENDIDIKAN

Nama : ___________________________
N I S : ___________________________
Tempat/tgl lahir : ___________________________
Bidang/Program Studi Keahlian : ___________________________
Kompetensi Keahlian : ___________________________

NO MATA PELAJARAN JML JAM KKM NILAI
ANGKA HURUF

1
2
3
4 NORMATIF

1
2
3
4
dst ADAPTIF

1
2
3
dst PRODUKTIF
IPK (Indeks Prestasi Komulatif)

_______ , ___________
Kepala SMK ___________

____________________

Lampiran 6
Contoh Format
PASPOR KETERAMPILAN (SKILL PASSPORT)

NO STANDAR KOMPETENSI/ KOMPETENSI DASAR INDIKATOR NILAI PENCAPAIAN KOMPETENSI NAMA GURU/ QA/QC CAP INSTANSI
BELUM
KOMPETEN TGL. KOMPETEN TGL.

Lampiran 7

KARTU HASIL STUDI (KHS)
TAHUN PELAJARAN ………./…………

Nama Peserta didik: ………………….
Nomor Induk : ……………….
Tempat/Tgl. Lahir : …………………

Bidang Studi Keahlian : …………………..
Prog. Studi Keahlian : ……………………
Kompetensi Keahlian : ………………..
Kelas/Semester : ………………..

No.
Mata Pelajaran/Standar Kompetensi

Kode Standar Kompetensi/
Kompetensi Dasar

KKM Nilai Kelulusan

Angka Predikat
Program Normatif
1
2
3
Program Adaptif
1
2
3
Program Produktif
1
2
3

Lampiran 8

Contoh Perumusan Kalimat Soal
Sesuai Tingkat Kesulitan

Mengukur Kemampuan Berpikir Kritis

1. Membandingkan
– Jelaskan persamaan dan perbedaan antara … dan ….
– Bandingkan dua cara berikut tentang ….
2. Hubungan sebab-akibat
– Apa penyebab utama ….
– Apa akibat ….
3. Memberi alasan (justifying)
– Manakah pilihan berikut yang Anda pilih, mengapa?
– Jelaskan mengapa Anda setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang ….
4. Meringkas
– Tuliskan pernyataan penting yang termasuk ….
– Ringkaslah dengan tepat isi ….
5. Menyimpulkan
– Susunlah beberapa kesimpulan yang berasal dari data ….
– Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut ….
6. Berpendapat (inferring)
– Berdasarkan …, apa yang akan terjadi bila ….
– Apa reaksi A terhadap ….
7. Mengelompokkan
– Kelompokkan hal berikut berdasarkan ….
– Apakah hal berikut memiliki ….
8. Menciptakan
– Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang ….
– Lengkapilah cerita … tentang apa yang akan terjadi bila ….
9. Menerapkan
– Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah ….
– Tuliskan … dengan menggunakan pedoman ….

10. Analisis
– Manakah benih yang baik dari pernyataan pada tulisan paragraf ….
– Daftarlah dan beri alasan singkat tentang ciri utama benih yang baik ….
11. Sintesis
– Tuliskan satu rencana untuk pembuktian ….
– Tuliskan sebuah laporan ….
12. Evaluasi
– Apakah kelebihan dan kelemahan ….
– Berdasarkan kriteria …, tuliskanlah evaluasi tentang ….

Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah

1. Mengidentifikasi masalah
Contoh indikator soal:
Disajikan deskripsi suatu situasi/masalah, siswa dapat mengidentifikasi masalah yang nyata atau masalah apa yang harus dipecahkan.
2. Merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan yang berisi sebuah masalah, siswa dapat merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan.
3. Memahami kata dalam konteks
Contoh indikator soal:
Disajikan beberapa masalah yang konteks kata atau kelompok katanya digarisbawahi, siswa dapat menjelaskan maknanya yang berhubungan dengan masalah itu dengan kata-katanya sendiri.
4. Mengidentifikasi masalah yang tidak sesuai
Contoh indikator soal:
Disajikan beberapa informasi yang relevan dan tidak relevan terhadap masalah, siswa dapat mengidentifikasi semua informasi yang tidak relevan.
5. Memilih masalah sendiri
Contoh indikator soal:
Disajikan beberapa masalah, siswa dapat memberikan alasan satu masalah yang dipilih sendiri, dan menjelaskan cara penyelesaiannya.

6. Mendeskripsikan berbagai strategi
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan masalah, siswa dapat memecahkan masalah ke dalam dua cara atau lebih, kemudian menunjukkan solusinya ke dalam gambar, diagram, atau grafik.
7. Mengidentifikasi asumsi
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan masalah, siswa dapat memberikan solusinya berdasarkan pertimbangan asumsi untuk saat ini dan yang akan datang.
8. Mendeskripsikan masalah
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan masalah, siswa
dapat menggambarkan sebuah diagram atau gambar yang menunjukkan situasi masalah.
9. Memberi alasan masalah yang sulit
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah masalah yang sukar dipecahkan atau informasi pentingnya dihilangkan, siswa dapat menjelaskan mengapa masalah ini sulit dipecahkan atau melengkapi informasi penting yang dihilangkan.
10. Memberi alasan solusi
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih kemungkinan solusinya, siswa dapat memilih satu solusi yang paling tepat dan memberikan alasannya.
11. Memberi alasan strategi yang digunakan
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih strategi untuk menyelesaikan masalah, siswa dapat memilih satu strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu dan memberikan alasannya.
12. Memecahkan masalah berdasarkan data dan masalah
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah cerita, kartun, grafik atau tabel dan sebuah pernyataan masalah, siswa dapat memecahkan masalah dan menjelaskan prosedur yang dipergunakan untuk menyelesaikan masalah.

13. Membuat strategi lain
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan masalah dan satu strategi untuk menyelesaikan masalanya, siswa dapat menyelesaikan masalah itu dengan menggunakan strategi lain.
14. Menggunakan analogi
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan masalah dan strategi penyelesaian nya, siswa dapat:
(1) Mendeskripsikan masalah lain (analog dengan masalah ini) yang dapat diselesaikan dengan
menggunakan strategi itu,
(2) Memberikan alasannya.
15. Menyelesaiakan secara terencana
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah situasi masalah yang kompleks, siswa dapat menyelesaikan masalah secara terencana mulai dari input, proses, output, dan outcomenya.
16. Mengevaluasi kualitas solusi
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan masalah dan beberapa strategi untuk menyelesaikan masalah, siswa dapat:
(1) menjelaskan dengan menerapkan strategi itu,
(2) mengevaluasinya,
(3) menentukan strategi mana yang tepat,
(4) memberi alasan mengapa strategi itu paling tepat dibandingkan
dengan strategi lainnya.
17. Mengevaluasi strategi sistematikanya
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan masalah, beberapa strategi pemecahan masalahnya, dan prosedurnya, siswa dapat mengevaluasi strategi pemecahannya berdasarkan prosedur yang disajikan.

Kisi-kisi adalah suatu format atau matriks yang memuat informasi yang dapat dijadikan pedoman (arah dan tujuan) untuk menulis soal atau merakit soal menjadi alat tes/evaluasi.

Syarat kisi-kisi soal/tes prestasi belajar:
 mewakili isi kurikulum (SK/KD) yang akan diujikan
 komponen-komponennya rinci, jelas dan mudah dipahami
 butir-soal dapat dikembangkan sesuai dengan indikator dan bentuk soal yang ditetapkan pada kisi-kisi.

Identitas, antara lain :
 Jenis sekolah/jenjang sekolah
 Program Keahlian
 Mata Pelajaran/SK
 Alokasi waktu
 Jumlah soal
 Bentuk soal
Matriks/format isi,
 Standar Kompetensi (SK)
 Kompetensi Dasar (KD)
 Indikator / Kinerja
 Indikator Soal
 Nomor urut soal

Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Program Keahlian :
Alokasi Waktu :
Jumlah Soal :

No Standar Kompetensi (SK) Kompetensi Dasar (KD) Indikator/Kriteria Kinerja Indikator Soal Bentuk Soal Nomor
Soal
1 2 3 4 5 6 7

Keterangan pengisian kolom/format kisi-kisi
Kolom 1 : Diisi nomor urut
Kolom 2 : Diisi SK yang representatif (adaptif inti/aplikatif dan pengetahuan kejuruan) terhadap Kompetensi Keahlian.
Kolom 3 : Diisi KD dari SK yang ada di kolom dua.
Kolom 4 : Diisi indikator aspek pengetahuan dari KD di kolom 3.
Kolom 5 : Diisi indikator soal dari indikator pengetahuan di kolom 4. Setiap indikator pengetahuan dapat di tuliskan lebih dari satu indikator soal
Kolom 6 : Diisi bentuk soal/tes
Kolom 7 : Diisi nomor sebaran soal

Indikator soal : adalah suatu rumusan yang menggunakan kata kerja operasional, memuat perilaku peserta didik dan materi yang akan diukur sesuai dengan Indikator.
a. Indikator soal sebagai pertanda atau indikasi pencapaian kompetensi
b. Indikator soal menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur
c.Indikator soal mengacu pada kriteria kinerja sesuai SK/KD

Kriteria indikator soal yang baik adalah :
 Memuat ciri-ciri SK/KD yang hendak diukur
 Memuat satu kata kerja operasional yang dapat diukur. (khusus butir soal bentuk uraian dapat lebih dari satu)
 Berkaitan erat dengan kriteria kinerja
 Dapat dibuatkan butir soal sesuai dengan bentuk yang ditetapkan dalam kisi-kisi.

Untuk menetapkani indikator performansi sebagai acuan dalam merumuskan soal/penugasan dan pedoman penilaian unjuk kerja.

No SK / KD Indikator Indikator Soal
1 2 3 4
1  
 
 
 

Kondisi Unjuk Kerja (persyaratan pelaksanaan pengujian praktik):
 ……………………..
 ……………………..

Keterangan Pengisian Kolom :
Kolom 1 : Diisi nomor urut SK/KD
Kolom 2 : Diisi SK/KD sesuai dengan silabus
Kolom 3 : Dituliskan Indikator Performansi dari KD yang ada di kolom 2.
Indikator menggambarkan standar yang dipersyaratkan oleh KD, dengan mengacu standar yang berlaku di DU/DI.
Kolom 4 : Diisi indikator soal yang dikembangkan oleh guru.

Pengertian,
Soal yang jawabannya harus dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan. Terdiri dari pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option).

Pilihan jawaban terdiri atas:
1. Kunci jawaban ialah jawaban yang benar atau paling benar.
2. Pengecoh (distractor) merupakan jawaban yang tidak benar, namun memungkinkan seseorang memilihnya apabila tidak menguasai materinya.

Keunggulan
1. Dapat di-skor dengan mudah, cepat, serta objektif, dan dapat mencakup ruang lingkup mater uji/kriteria kinerja yang luas dalam suatu tingkat atau jenjang pendidikan.
2. Bentuk ini sangat tepat untuk ujian yang pesertanya sangat banyak sedangkan hasilnya harus segera diumumkan.

Keterbatasan,
1. Memerlukan waktu yang relatif lama untuk menyusun butir-butir soal yang berkualitas.
2. Sulit membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi.
3. Terdapat peluang untuk menebak jawaban.

Pengertian
Soal yang jawabannya menuntut peserta didik/siswa untuk mengingat dan mengorganisasikan gagasan-gagasan atau hal-hal yang telah dipelajari dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis.

Pemberian skor,.
Uraian obyektif
1. Suatu soal atau pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep tertentu, sehingga penskorannya dapat dilakukan secara obyektif.
2. Kunci jawaban dan pedoman skor lebih pasti (diuraikan secara jelas hal-hal/komponen yang diskor dan berapa besarnya skor untuk setiap komponen),

Uraian non-obyektif
1. Suatu soal yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep menurut pendapat masing-masing peserta didik/siswa, sehingga penskorannya mengandung unsur subyektifitas.
2. Kunci jawaban dan pedoman skor kurang pasti, maka pengaruh unsur subyektifitas dalam penskoran dapat dikurangi dengan cara membuat rentang skor untuk setiap kriteria. Untuk itu diperlukan pedoman yang rinci dan jelas dinyatakan dalam bentuk rentangan.

Penulis soal harus mempunyai gambaran tentang ruang lingkup (kriteria luas atau sempitnya) materi yang ditanyakan dan lingkup jawaban yang diharapkan, kedalaman dan panjang jawaban, atau rincian jawaban yang mungkin diberikan oleh peserta didik/siswa.

Beberapa kaidah yang perlu diperhatikan :

1. MATERI
a. Soal sesuai dengan indikator soal/kriteria kinerja. Artinya soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai tuntutan indikator soal.
b. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan (ruang lingkup) harus jelas.
c. Isi materi sesuai dengan tujuan pengukuran
d. Isi materi yang ditanyakan sudah sesuai dengan SK/SD (jenjang, jenis sekolah, tingkat / kelas).

2. KONSTRUKSI
a. Rumusan kalimat soal atau pertanyaan harus menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban terurai, seperti: mengapa, uraikan, jelaskan, bandingkan, hubungkan, tafsirkan, buktikan, hitunglah.
b. Buatlah petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal tersebut.
c. Buatlah pedoman skoring segera setelah soal selesai ditulis/disusun.
d. Hal-hal lain yang menyertai soal seperti tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya, harus disajikan dengan jelas dan terbaca sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda.

3. BAHASA
a. Rumusan kalimat soal harus komunikatif, yaitu menggunakan bahasa sederhana, dan istilah/kata yang sudah dikenal peserta didik/siswa.
b. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
c. Rumusan soal tidak menggunakan kata/kalimat yang tidak menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian.
d. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu.
e. Rumusan soal tidak mengandung kata yang dapat menyinggung perasaan peserta didik/siswa.

Pedoman penskoran merupakan panduan atau petunjuk yang menjelaskan tentang :
1. batasan atau kata-kata kunci untuk melakukan penskoran terhadap soal-soal bentuk uraian obyektif.
2. kriteria-kriteria jawaban yang digunakan untuk melakukan penskoran terhadap soal-soal uraian non-obyektif.

Disusun segera setelah perumusan butir soal tersebut.

Indikator soal :
Menghitung dan mengubah satuan Isi bangun ruang (balok).

Butir Soal :
1. Sebuah bak mandi berbentuk balok ukuran: panjang = 150 cm, lebar = 80 cm, dan tinggi = 75 cm. Berapa literkah isi bak mandi tersebut?
(Tuliskan langkah-langkahnya).

Kunci Jawaban dan Pedoman Skoring

Langkah Kunci Jawaban Skor

1.

2.

3.

4.

5.
Isi balok = Panjang x lebar x tinggi

= 150 cm x 80 cm x 75 cm

= 900.000 cm3

Isi Bak mandi dalam liter:
=

= 900 liter

1

1

1

1

1
Skor maksimum 5

2. Pada suatu tebing yang mempunyai lereng 15O tersingkap lapisan batubara dengan kemiringan 45O searah lereng. Jarak antara lapisan bagian atas dan bawah dari lapisan batu bara 96 meter.
Buatlah : Sketsa penampang singkapan batubara tersebut dengan skala 1 : 1.000 dan hitung ketebalan lapisan batubara!
Kunci Jawaban dan Pedoman Skoring
Langkah Kunci Jawaban Skor
1.

1
2. Menghitung besarnya  = Kemiringan lapisan –
kemiringan lereng
= 45O – 15O = 30O 1
3.
Menggunakan rumus Sin  =

AB = tebal lapisan
AC = 96 meter.
 = 30O 1
4. Perhitungan :

Sin 30O =  tebal = 96 m . ½ = 48 meter.
1
Skor maksimum 4

Butir Soal :
3. Mengapa kita perlu berbangga sebagai bangsa Indonesia ?
Jelaskan alasan Anda !

Jawaban boleh bermacam-macam, namun pada pokok jawabannya dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Kunci Jawaban dan Pedoman Skoring
Kriteria Jawaban Rentang
Skor
Kebanggaan yang berkaitan dengan kekayaan alam Indonesia. 0 -2
Kebanggaan yang berkaitan dengan keindahan tanah air Indonesia (pemandangan alamnya, geografisnya, dan sebagainya).
0 – 2
Kebanggaan yang berkaitan dengan keanekaragaman budaya, suku, adat istiadat tetapi dapat bersatu.
0 – 2
Kebanggaan yang berkaitan dengan keramah-tamahan masyarakat Indonesia.
0 – 2
Jumkah skor maksimum 8
4. Sebutkan 4 (empat) macam batuan intrusi dan jelaskan ciri-ciri ke 4 (empat) macam batuan tersebut.
Kriteria Jawaban dan Pedoman Skoring
Kriteria Jawaban Rentang
Skor
1.
Empat macam batuan intrusi dari batuan berikut:
a. Granit. e.Grano Diorit h. Dunit.
b. Diorit. f. Tonalit. i. Peridotit
c. Gabro. g.Syenit. k. Piroksenit
d. Monzonit. l. Horblende 0 – 2
2.
Ciri-ciri sebagai berikut :
a. Granit :Mineral utama : Ortoklas, Plagioklas
dan Kuarsa.
Mineral karakteristik : Muskovit, Biotit,
Hornblende
b. Diorit : Mineral utama : Plagioklas kaya Na.
Mineral karakteristik : Biotit, Hornblende,
Piroksen.
c. Gabro : Mineral utama : Plagioklas kaya Ca.
Mineral karakteristik : Biotit, Hornblende,
Piroksen.
d. Monzonit : Mineral utama : Ortoklas, Plagioklas.
Mineral karakteristik : Biotit,
Hornblende, Piroksen
e. Granodiorit : Mineral utama : Ortoklas lebih
sedikit daripada Plagioklas.
Mineral karakteristik : Biotit,
Hornblende, Piroksen
f. Tonalit : Mineral utama : Plagioklas kaya Na.
dan seterusnya ….
0 – 6
Jumlah skor maksimum 8

1. Pembobotan soal adalah pemberian bobot kepada suatu soal dengan cara membandingkannya dengan soal lain dalam sebuah perangkat uji (tes) yang sama.
2. Bobot setiap soal uraian yang ada dalam suatu perangkat tes ditentukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang berkaitan dengan materi uji dan karakteristik soal itu sendiri, seperti luas lingkup materi soal, esensialitas dan tingkat kedalaman materi yang ditanyakan, dan tingkat kesukaran soal tersebut.
3. Skor maksimum suatu butir soal uraian tidak ada hubungannya dengan bobot soal itu sendiri.

Perhitungan nilai butir soal (NBS) adalah : NBS =

Catatan : a = skor yang diperoleh siswa untuk butir soal itu
b = skor maksimum soal tersebut
c = bobot soal

Setelah diperoleh nilai pada setiap butir soal (NBS), maka dapat dihitung total nilai butir soal sebagai nilai perolehan siswa (NPS) untuk serangkaian soal dalam tes itu, dengan menggunakan rumus:

NPS =  NBS

Catatan : NPS = Nilai Perolehan Siswa/peserta didik

Contoh : NPS dengan skala 100

No. Soal Skor Perolehan Skor Maksimum Bobot Soal Nilai
Butir Soal
(a) (b) (c) (NBS)
1. 3 5 20 12,00
2. 4 4 40 40,00
3. 2 8 10 2,50
4. 6 8 30 22,50
NPS 77,00

Dalam penghitungan nilai untuk satu butir soal (NBS) dan skor perolehan siswa (NPS) untuk suatu perangkat tes, tidak terdapat perbedaan antara soal uraian obyektif dengan soal uraian non-obyektif.

Pengertian

Soal praktik adalah bentuk soal yang menuntut jawaban peserta didik/siswa dalam bentuk perilaku, tindakan, atau perbuatan.

1. Peserta uji/siswa melaksanakan kegiatan sesuai dengan apa yang ditugaskan, diperintahkan, dan ditanyakan. Misalnya, penugasan proyek : Pembuatan daun pintu sesuai dengan gambar kerja yang telah disediakan atau Pembuatan daun pintu dengan rancangan oleh peserta uji (data teknis/kriteria produk telah ditentukan).

2. Untuk melihat bagaimana proses/cara membuat daun pintu sesuai dengan gambar kerja, kita harus memberi instruksi peserta uji/siswa mempraktikkan atau mendemonstrasikan cara membuat pintu sesuai dengan konstruksi dan ukuran yang ada pada gambar kerja.

3. Pelaksanaan ujian praktik dapat dilakukan secara individual maupun kelompok, tetapi penilaiannya tetap secara individu.

1. Kompetensi yang diujikan dapat merupakan SK tunggal atau terdiri beberapa SK (komprehensif)
2. Penugasan praktik maupun pedoman penilainnya dikembangkan dengan mengacu pada kisi-kisi soal
3. Hasil penugasan hendaknya dapat berupa produk (benda jadi atau jasa) yang laku jual/memenuhi pasar.
4. Hendaknya mempertimbangkan dan ditetapkan kondisi unjuk kerja, namun harus memenuhi standar minimal.
5. Rumusan soal hendaknya meliputi aspek-aspek keselamatan kerja, alat/komponen/bahan yang akan digunakan dan tugas yang harus dilakukan oleh peserta didik/siswa.
6. Gambar kerja harus jelas, baik tampak, penampang, maupun ukurannya dan dibuat sesuai dengan aturan gambar teknik.
7. Bahasa yang digunakan harus singkat dan jelas serta mengacu kepada aturan yang baku.

Contoh Format Soal Praktik

Judul Tugas : Pengaturan posisi silinder menggunakan PLC

I. Petunjuk
1. Periksalah dengan teliti dokumen soal ujian praktik, yang terdiri dari 2 halaman .
2. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan sesuai soal ujian praktik
– Trainer PLC
– Kabel Data
– PC Pentium IV
– Power Supply
– Tool kit
– Multimeter Digital
– Trainer Pneumatik
– Elektro-pneumatik
3. Laporkan hasil setiap tahapan penyelesaian pekerjaan kepada penguji/penilai
4. Bila menemui kesulitan dalam pelaksanaan ujian praktik konsultasikan kepada pembimbing.
5. Buatlah laporan hasil pelaksanaan ujian praktik

II. Keselamatan Kerja
1. Gunakan pakaian kerja lengkap selama ujian praktik
2. Perhatikan penyimpanan peralatan dan komponen pada tempat yang aman
3. Periksa rancangan yang anda buat sebelum di ON-kan

III. Daftar Peralatan, Komponen, dan Bahan

No. Nama Alat/ Komponen/Bahan Spesifikasi Jumlah Ket
1 2 3 4 5
1.
2.
3.
4.
5.
6. Alat Tes /Alat Tangan
Toolkit
Komputer
Power Supply
Multimeter
Trainer PLC
Trainer Pneumatik Standar
Pentium IV
5Vdc, 24 Vdc/1A
Digital ( standar )
Standar
Standar 1 set
1 unit
1 buah
1 buah
1 unit
1 unit

1. Komponen
Elektro-pneumatik
Festo P2-1
1 unit

1. Bahan
Kabel data

RJ 45
1 buah

IV. Soal/Tugas
a Suatu diagram langkah silinder seperti pada gambar di bawah.
b. Lengkapilah dengan tombol START, STOP dan EMERGENCY STOP!
c. START ditekan mesin berjalan terus menerus sampai tombol STOP ditekan, sesuai diagram langkah!
d. EMERGENCY STOP ditekan semua silinder kembali ke posisi awal secara serentak.
e. Kecepatan maju silinder A dapat diatur.
f. Realisasikan dan implementasikan dengan program PLC!
Kerjakan tugas-tugas dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Buatlah rancangan gambar rangkaian sesuai dengan gambar kerja!
2. Tentukan komponen-komponen yang diperlukan dan lakukan pemasangan!
3. Lakukan uji coba rangkaian dan analisa rangkaian!
4. Lakukan pengukuran dan pengumpulan data!

Gambar sketsa dan wiring diagram pengontrolan elektro-pneumatik dengan PLC

No
Komponen/Subkomponen Penilaian Pencapaian Kompetensi
Tidak Ya
7,0-7,9 8,0-8,9 9,0-10
1 2 3 4 5 6
I Persiapan Kerja
1.1. Persiapan Peralatan / komponen
1.2. Persiapan Perlengkapan Kerja
Skor Komponen :
II Proses (Sistematika & Cara Kerja)
2.1. Menguasai Perencanaan teknik pengontrolan Kontrol Mekanik
2.1. 1. Mengoperasikan system pengontrolan pada sistem instrumentasi
2.2. Menguasai Konsep Dasar Microprossesor, Micro Controller, dan PLC pada sistem Kontrol Mekanik
2.2.1. Menguasai programable logic control ( PLC ) pada sistem kontrol mekanik
2.3. Menerapkan konsep pengontrolan pada sistem instrumentasi
Dan seterusnya …
Skor Komponen :
III Hasil Kerja
3.1. Membuat rancangan gambar rangkaian
3.2. Menentukan komponen yang diperlukan
3.3. Melakukan uji coba rangkaian
3.4. Melakukan pengukuran dan ujicoba
Skor Komponen :
IV Sikap Kerja
4.1. Penggunaan alat tangan dan alat ukur
4.2. Keselamatan kerja
Skor Komponen :
V Waktu
5.1. Waktu penyelesaian praktik
Skor Komponen :

Penilaian Sikap
No Jenis/Aspek Sikap Standar Pencapaian Strategi Penilaian
Deskripsi Skor
1 Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Melaksanakan kegiatan keagaman sesuai agama yang dipeluknya  Observasi aktivitas keagamaan siswa
 Verifikasi jurnal kegiatan
 Rutin, tidak ada yang tertinggal 5
 Rutin, tidak melaksanakan 20 % 4
 Rutin, tidak melaksanakan 40 % 3
 Rutin, tidak melaksanakan 60 % 2
 Rutin, tidak melaksanakan 80 % 1
2 Berakhlak mulia

Berlaku hormat pada masyarakat di ingkungannya Observasi aktivitas siswa dalam bermasya-rakat di sekolah
 Selalu 5
 sering 4
 kadang-kadang 3
 jarang 2
 sangat jarang 1
3 Mandiri Melaksanakan pekerjaan/tugas-tugas siswa tanpa harus di suruh/ditunggui  Observasi aktivitas siswa dalam melaksa-nakan tugas
 Verifikasi rekaman penyerahan tugas-tugas siswa.
 Selalu 5
 sering 4
 kadang-kadang 3
 jarang 2
 sangat jarang 1
4 Menjadi warga negara yang demokratis Mampu menghargai pendapat orang lain Observasi aktivitas siswa dalam berdiskusi, bermasyarakat di sekolah
 Selalu 5
 sering 4
 kadang-kadang 3
 jarang 2
 sangat jarang 1

No
Jenis/Aspek Sikap Standar Pencapaian Strategi Penilaian
Deskripsi Skor
5 Bertanggung jawab Tidak menyontek dalam ulangan Menyelesaikan tugas sesuai dan tepat waktu Observasi aktivitas siswa dalam ulangan

 Selalu 5
 sering 4
 kadang-kadang 3
 jarang 2
 sangat jarang 1
6 Sikap percaya diri

Mampu tampil secara wajar dalam kegiatan dengan massa Observasi aktivitas siswa dalam berdiskusi, kegiatan massa di sekolah/ber- masyarakat
 Selalu 5
 sering 4
 kadang-kadang 3
 jarang 2
 sangat jarang 1
7 Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial
Melaksanakan pekerjaan/tugas-tugas tanpa harus di suruh/ditunggui Observasi ketaatan siswa dalam mengikuti peraturan tata tertib sekolah
 Selalu 5
 sering 4
 kadang-kadang 3
 jarang 2
 sangat jarang 1
8 Kedisiplinan masuk sekolah Kehadiran di sekolah/ presensi siswa Verifikasi presensi siswa
 Selalu 5
 Absensi 10 % 4
 Absensi 10 % s.d 15 % 3
 Absensi 15 % s.d 20 % 2
 Absensi lebih dari 20 % 1

No Jenis/Aspek Sikap Standar Pencapaian Strategi Penilaian
Deskripsi Skor
9 Menjaga kebersihan lingkungan Membuang sampah pada tempatnya, tidak mengotori lingkungan Observasi perilaku siswa dalam kehidupan di sekolah
 Selalu 5
 Sering 4
 Kadang-kadang 3
 jarang 2
 Jarang sekali 1
10 Menjaga kesehatan dan keamanan diri,

Menggunakan alat keselamatan kerja dalam kegiatan pembelajaran praktik Observasi terhadap kebiasaan siswa menggunakan keselamatan kerja dalam kegiatan praktik.
 Selalu 5
 sering 4
 kadang-kadang 3
 jarang 2
 sangat jarang 1
11 Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat Menghargai hak orang lain, memenuhi kewajiban, bersikap tegas dalam kebenaran Observasi perilaku siswa dalam kehidupan bermasyarakat (penegakan aturan)
 Selalu 5
 Sering 4
 Kadang-kadang 3
 jarang 2
 Jarang sekali 1
12 Berempati terhadap orang lain
Perduli terhadap masyarakat sekolah Observasi perilaku siswa dalam keperdulian terhadap sesama
 Selalu 5
 Sering 4
 Kadang-kadang 3
 jarang 2
 Jarang sekali 1

Lampiran 2
Contoh Kisi-kisi dan Pengembangan Soal

Mata pelajaran : DASAR DASAR KELISTRIKAN DAN ELEKTRONIKA
Kelas/Semester : X/1
NO STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR TEKNIK PENILAIAN CONTOH SOAL
1

Menguasai dasar-dasar kelistrikan dan elektronika Menggunakan alat ukur listrik dan elektronika

• Peralatan ukur listrik diidentifikasi dan diklasifikasi sesuai dengan karakteristik kerjanya

• …

• Macam-macam alat ukur listrik dijelaskan kakateristiknya sesuai dengan fungsi utamanya
Tes tertulis (pilihan ganda)

Watt meter, Ampere meter, dan Volt meter ac/dc karakteristik kerjanya berdasarkan ….
a. kumparan putar.
b. elektro dinamis.
c. Induksi.
d. besi Putar.
e. magnit Jarum.

Sesuai karakteristiknya watt meter berfungsi untuk mengukur … listrik
a. arus
b. tegangan
c. energi
d. daya
e. frekuensi

Lampiran 3
Contoh Format
L E G E R
Bidang Studi Keahlian :
Program Studi Keahlian :
Kompetensi Keahlian :
No NIS NAMA PESERTA DIDIK TAHUN NORMATIF ADAPTIF PRODUKTIF DATA PRIBADI Absensi Catatan
AGAMA PKn BAHASA INDONESIA PEND. JAS & OR SENI BUDAYA IPA BAHASA INGGRIS Dan seterusnya KELAKUAN KERAJINAN KERAPIHAN SAKIT IJIN ALPA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 20 21 22 23 24 25 26 27 28
I Kelulusan
Perbaikan
Tgl
II Kelulusan
Perbaikan
Tgl
AGAMA PKn BAHASA INDONESIA PEND. JAS & OR SENI BUDAYA IPA BAHASA INGGRIS Dan seterusnya KELAKUAN KERAJINAN KERAPIHAN SAKIT IJIN ALPA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 20 21 22 23 24 25 26 27 28
III Kelulusan
Perbaikan
Tgl
IV Kelulusan
Perbaikan
Tgl
Kelulusan
Perbaikan
Tgl

Contoh Format Lampiran 4
R A P O R
Nama Peserta didik : ………………………………………. Nomor Induk : ………………………….. Bidang Studi Keahlian : ………………………………………. Program Studi Keahlian : …………………………..
Tahun Pelajaran : ………………………………………. Kompetensi Keahlian : …………………………..
Kelas/Semester : …………………………..

No Mata Pelajaran KKM
Nilai Hasil Belajar

Angka Huruf Predikat Deskripsi Kemajuan Belajar
I Normatif
1 Pendidikan Agama Islam 75 75 Tujuh puluh lima Baik Mampu memahami dan mengamalkan tentang sifat adil, ridla, dan amal shaleh, dengan baik
2 Pendidikan Kewarganegaraan 75 76 Tujuh puluh enam Baik Mampu memahami dan mengamalkan Pancasila dengan baik
3 Bahasa Indonesia 75 75 Tujuh puluh Baik Cukup mampu dalam menyimpulkan dan menyimak informasi dan cukup baik dalam memahami perintah kerja tertulis
4 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 70 72 Tujuh puluh dua Cukup Cukup mampu mempraktikkan permainan olahraga beregu , atletik serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat dan percaya diri
5 Seni Rupa 70 73 Tujuh puluh tiga Cukup Cukup memahami keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa di wilayah Nusantara
6 Seni Musik 70 90 Sembilan puluh Amat Baik Mampu mengidentifikasi fungsi dan latar belakang musik dengan sangat baik
Mampu menunjukkan nilai-nilai , hasil pengalaman yang didapatkan melalui pertunjukan musik dengan sangat baik
7 Seni Tari 70 74 Tujuh puluh empat Cukup Cukup mampu mengidentifikasi jenis, peran, dan perkembangan tari, keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni tari di wilayah Nusantara
II Adaptif
1 Bahasa Inggris 72 75 Tujuh puluh lima Baik Mampu memahami percakapan terbatas dengan penutur asli dan surat-surat bisnis sederhana
2 Matematika 72 75 Tujuh puluh lima Baik Mampu menerapkan konsep kesalahan pengukuran, dan menerapkan konsep operasi hasil pengukuran

… Dan seterusnya …
Catatan: Lihat contoh Buku dan Petunjuk Pengisian Laporan Hasil Belajar (Rapor)

Lampiran 5
Contoh Format
TRANSKRIP
AKHIR TAHUN PENDIDIKAN

Nama : ___________________________
N I S : ___________________________
Tempat/tgl lahir : ___________________________
Bidang/Program Studi Keahlian : ___________________________
Kompetensi Keahlian : ___________________________

NO MATA PELAJARAN JML JAM KKM NILAI
ANGKA HURUF

1
2
3
4 NORMATIF

1
2
3
4
dst ADAPTIF

1
2
3
dst PRODUKTIF
IPK (Indeks Prestasi Komulatif)

_______ , ___________
Kepala SMK ___________

____________________

Lampiran 6
Contoh Format
PASPOR KETERAMPILAN (SKILL PASSPORT)

NO STANDAR KOMPETENSI/ KOMPETENSI DASAR INDIKATOR NILAI PENCAPAIAN KOMPETENSI NAMA GURU/ QA/QC CAP INSTANSI
BELUM
KOMPETEN TGL. KOMPETEN TGL.

Lampiran 7

KARTU HASIL STUDI (KHS)
TAHUN PELAJARAN ………./…………

Nama Peserta didik: ………………….
Nomor Induk : ……………….
Tempat/Tgl. Lahir : …………………

Bidang Studi Keahlian : …………………..
Prog. Studi Keahlian : ……………………
Kompetensi Keahlian : ………………..
Kelas/Semester : ………………..

No.
Mata Pelajaran/Standar Kompetensi

Kode Standar Kompetensi/
Kompetensi Dasar

KKM Nilai Kelulusan

Angka Predikat
Program Normatif
1
2
3
Program Adaptif
1
2
3
Program Produktif
1
2
3

Lampiran 8

Contoh Perumusan Kalimat Soal
Sesuai Tingkat Kesulitan

Mengukur Kemampuan Berpikir Kritis

1. Membandingkan
– Jelaskan persamaan dan perbedaan antara … dan ….
– Bandingkan dua cara berikut tentang ….
2. Hubungan sebab-akibat
– Apa penyebab utama ….
– Apa akibat ….
3. Memberi alasan (justifying)
– Manakah pilihan berikut yang Anda pilih, mengapa?
– Jelaskan mengapa Anda setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang ….
4. Meringkas
– Tuliskan pernyataan penting yang termasuk ….
– Ringkaslah dengan tepat isi ….
5. Menyimpulkan
– Susunlah beberapa kesimpulan yang berasal dari data ….
– Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut ….
6. Berpendapat (inferring)
– Berdasarkan …, apa yang akan terjadi bila ….
– Apa reaksi A terhadap ….
7. Mengelompokkan
– Kelompokkan hal berikut berdasarkan ….
– Apakah hal berikut memiliki ….
8. Menciptakan
– Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang ….
– Lengkapilah cerita … tentang apa yang akan terjadi bila ….
9. Menerapkan
– Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah ….
– Tuliskan … dengan menggunakan pedoman ….

10. Analisis
– Manakah benih yang baik dari pernyataan pada tulisan paragraf ….
– Daftarlah dan beri alasan singkat tentang ciri utama benih yang baik ….
11. Sintesis
– Tuliskan satu rencana untuk pembuktian ….
– Tuliskan sebuah laporan ….
12. Evaluasi
– Apakah kelebihan dan kelemahan ….
– Berdasarkan kriteria …, tuliskanlah evaluasi tentang ….

Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah

1. Mengidentifikasi masalah
Contoh indikator soal:
Disajikan deskripsi suatu situasi/masalah, siswa dapat mengidentifikasi masalah yang nyata atau masalah apa yang harus dipecahkan.
2. Merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan yang berisi sebuah masalah, siswa dapat merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan.
3. Memahami kata dalam konteks
Contoh indikator soal:
Disajikan beberapa masalah yang konteks kata atau kelompok katanya digarisbawahi, siswa dapat menjelaskan maknanya yang berhubungan dengan masalah itu dengan kata-katanya sendiri.
4. Mengidentifikasi masalah yang tidak sesuai
Contoh indikator soal:
Disajikan beberapa informasi yang relevan dan tidak relevan terhadap masalah, siswa dapat mengidentifikasi semua informasi yang tidak relevan.
5. Memilih masalah sendiri
Contoh indikator soal:
Disajikan beberapa masalah, siswa dapat memberikan alasan satu masalah yang dipilih sendiri, dan menjelaskan cara penyelesaiannya.

6. Mendeskripsikan berbagai strategi
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan masalah, siswa dapat memecahkan masalah ke dalam dua cara atau lebih, kemudian menunjukkan solusinya ke dalam gambar, diagram, atau grafik.
7. Mengidentifikasi asumsi
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan masalah, siswa dapat memberikan solusinya berdasarkan pertimbangan asumsi untuk saat ini dan yang akan datang.
8. Mendeskripsikan masalah
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan masalah, siswa
dapat menggambarkan sebuah diagram atau gambar yang menunjukkan situasi masalah.
9. Memberi alasan masalah yang sulit
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah masalah yang sukar dipecahkan atau informasi pentingnya dihilangkan, siswa dapat menjelaskan mengapa masalah ini sulit dipecahkan atau melengkapi informasi penting yang dihilangkan.
10. Memberi alasan solusi
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih kemungkinan solusinya, siswa dapat memilih satu solusi yang paling tepat dan memberikan alasannya.
11. Memberi alasan strategi yang digunakan
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih strategi untuk menyelesaikan masalah, siswa dapat memilih satu strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu dan memberikan alasannya.
12. Memecahkan masalah berdasarkan data dan masalah
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah cerita, kartun, grafik atau tabel dan sebuah pernyataan masalah, siswa dapat memecahkan masalah dan menjelaskan prosedur yang dipergunakan untuk menyelesaikan masalah.

13. Membuat strategi lain
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan masalah dan satu strategi untuk menyelesaikan masalanya, siswa dapat menyelesaikan masalah itu dengan menggunakan strategi lain.
14. Menggunakan analogi
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan masalah dan strategi penyelesaian nya, siswa dapat:
(1) Mendeskripsikan masalah lain (analog dengan masalah ini) yang dapat diselesaikan dengan
menggunakan strategi itu,
(2) Memberikan alasannya.
15. Menyelesaiakan secara terencana
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah situasi masalah yang kompleks, siswa dapat menyelesaikan masalah secara terencana mulai dari input, proses, output, dan outcomenya.
16. Mengevaluasi kualitas solusi
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan masalah dan beberapa strategi untuk menyelesaikan masalah, siswa dapat:
(1) menjelaskan dengan menerapkan strategi itu,
(2) mengevaluasinya,
(3) menentukan strategi mana yang tepat,
(4) memberi alasan mengapa strategi itu paling tepat dibandingkan
dengan strategi lainnya.
17. Mengevaluasi strategi sistematikanya
Contoh indikator soal:
Disajikan sebuah pernyataan masalah, beberapa strategi pemecahan masalahnya, dan prosedurnya, siswa dapat mengevaluasi strategi pemecahannya berdasarkan prosedur yang disajikan.

di ambil dari. mgmp penjualan .

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: